Penulis Komik : Part 1 – Apa yang Kamu Tawarkan?

Tiba-tiba kepikiran bikin notes tentang penulis komik, profesi yang saya geluti saat ini. Habis belakangan mulai suka ada yang bertanya-tanya penulis komik tu ngapain aja si? Bahkan sampai ada meme yang ‘agak menyudutkan’ penulis komik kalo saya lihat. Saya nggak nulis tentang teknis penulisan maupun tata cara menulis cerita komik, ada banyak kalo digooglling kok. Tulisan ini saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi dan dari komik-komik sudah saya buat selama ini, jadi maaf kalau anda bingung kalau belum pernah membaca komik-komik saya. Semoga yang mau baca notes sudah tahu komik apa saja yang pernah saya buat.
Awalnya saya biasa ngegambar komik sendiri, belasan buku komik di buku tulis bergaris sudah saya buat sejak SD sampai SMA. Jadi saya bukannya mau jadi penulis komik, tapi lebih ke tiba-tiba terdampar dan menekuni untuk bikin ceritanya aja.

“Kenapa mas nggak ngegambar sendiri aja komiknya?”

Pertanyaan seperti ini sering saya dapatka. Jadi jawaban yang simpel dan cepat udah otomatis keluar dari mulut gitu aja, yaitu :

“Soalnya lebih banyak orang yang jago gambar daripada jago bikin cerita,”

Oke, jadi dari tanya jawab tadi bisa ditelaah lagi. Kenapa saya nggak ngegambar sendiri? sebetulnya bukan karena nggak mau, tapi nggak bisa!! saya mulai berhenti ngegambar komik sendiri itu begitu sadar gambar saya nggak berkembang setelah ngebandingin sama teman-teman seangkatan. Alhasil saya jadi lebih fokus ke multimedia dan mulai meninggalkan komik waktu itu. Cuman untungnya karena saya suka nyoba-nyoba software dan saat itu baru kenal komik amerika yang full color jadi penasaran coba-coba ngewarnain digital pake photoshop.
Nah teman kampus saya, Bagus Seta, ngeliat coloring digital saya suka. Terus ngajak kerjasama supaya saya ngewarnain komik dia, saya okein. Akhirnya saya balik lagi ke dunia komik berkat dia. Waktu itu kita bikin komik judulnya “NEWGEN”. Nah pertamanya sih Seta aja yang bikin cerita + gambar, saya fokus ngewarnain. Sampai kemudian waktu saya baca ceritanya rasanya ngerasa ada yang kurang. Saya pun mulai ngasih usulan dan utak atik ceritanya, untungnya Seta oke-oke aja dan ngerasa ceritanya jadi lebih seru. Lama-kelamaan akhirnya posisi saya bertambah jadi colorist + Cerita. Seta yang gambar. Kalau kalian dulu pernah baca majalah Wizard Indonesia mungkin pernah ngeliat karena pernah direview di situ. Ya, pertama kalinya komik saya masuk majalah itu di Wizard Indonesia yang ngebahas komik Newgen ini. Publisher Wizard Indonesia sempat tertarik untuk nerbitin komik saya dan tim Kostkomik, bersama Seta dan Bayu, namun sayangnya Wizard Indonesia udah keburu tutup.
14433027_10206994946767934_5527886577811446820_n r.jpg
Komik Newgen Oleh Ockto, Seta, Yefta (Kostkomik formasi awal)

 

Kalau dari pengalaman saya selama kuliah sih saya menyimpulkan kenapa saya akhirnya malah jadi penulis komik karena saya bisa menawarkan hal yang lebih baik :
  • Awalnya Seta melihat saya mampu menawarkan digital coloring yang menarik, makanya saya diminta jadi colorist komiknya.
  • Lalu setelah membaca tulisan yang saya buat untuk memperbaiki cerita komiknya, ternyata Seta menganggap apa yang saya tawarkan lebih baik. Makanya akhirnya saya juga jadi penulis cerita komiknya.
Sesuatu itu baru disebut komik kalau sudah ada sekuensial gambarnya. Kalau cuma tulisan aja ya gak bisa disebut komik. Di sinilah keunggulan orang yang pandai menggambar. Jadi mereka cukup menggambar sekuensial, panel ke panel, momen ke momen, mau gimanapun ceritanya ya mereka udah bisa bikin komik. Sedangkan misalnya anda hanya memberikan sebuah tulisan, ya mau gimanapun tetep ga bisa disebut komik. Makanya posisi tawar penulis lebih rendah. Yah, paling tidak menurut saya begitu. Kecuali ada faktor lain seperti penulis yang siap bayar atau ternyata selebriti.
“Penulis komik harus bisa menawarkan cerita yang lebih baik, lebih unik, lebih menarik, pokoknya lebih seru dari apa yang bisa dipikirkan oleh orang yang emang udah jago gambar (bikin komik).”
Hal ini yang mendasari pemikiran saya saat akan mengapproach orang lain yang jago gambar supaya mau ngomikin cerita saya.

14370424_10206994989368999_8483970459486859698_n.jpg
Komik Merdeka terbitan Koloni

 Berhubung saya sudah kenal sama Seta dan Bayu sejak kuliah, jadi agak lebih mudah menjelaskan tawaran saya sih. Seta tahu saya seneng sejarah dan cerita lokal nasionalisme gitu, sesuatu yang kurang dikenalnya. Tawaran saya tentunya adalah saya ngeriset sejarah, hunting foto-foto referensi, dan bagaimana membuat sesuatu yang membosankan di sekolah jadi menarik. Rasanya waktu itu belum ada yang seperti ini sih. Seta nggak ngerti banget sejarah jadi menyerahkan kepada saya dan akhirnya jadilah komik Merdeka, yang logonya terkenal di dunia maya tapi komiknya (sayangnya) nggak.

14485033_10206994996409175_8434196071266201762_n.jpg
Komik 5 Menit Sebelum Tayang terbitan Kosmik

Saya tahu Matto dari komik 1SR6, gambarnya bagus banget dan emang cocok untuk cerita slice of life. Cerita 1SR6 juga saya suka, meskipun cukup umum cerita yang seperti itu tapi penyampaiannya enak. Makanya saya sempat ragu, apa orang yang sudah jago membuat komik seperti ini mau berkolaborasi sama saya. Tapi untungnya tema komik profesi yang saya buat, dapur televisi yang belum pernah diangkat sebelumnya ini, berhasil menarik minatnya. Paling tidak itu yang saya pikirkan. Keunikan cerita yang belum pernah diangkat inilah yang menjadi Tawaran saya untuk menarik Matto dan akhirnya tercipta komik 5 Menit Sebelum Tayang.

14502686_10206995005049391_7241790575115143363_n.jpg
Komik Galau Man terbitan Re:ON

 

Saya kenal Ino dari komiknya berjudul Pancanaka. Sejujurnya saya biasa aja sama komik itu, mungkin karena saya kurang tertarik sama pewayangan juga sih. Tapi saya ngeliat action yang ada di komik itu bagus. Makanya saya coba tawarkan cerita komik galauman. Komik yang ada actionnya dengan premis unik, karena belum pernah ada yang kepikiran orang ditolak malah jadi superhero. Puji Tuhan, chapter 1 dengan 7 halaman ceritanya cukup menarik perhatian pembaca re:ON.

 

Ketika sampai di titik ini saya menyadari nilai tawar saya sudah lebih baik dibanding waktu masih awal-awal ngomik. Terima kasih ke perolehan Manga Award dan cukup terkenalnya Galauman maka saya bisa memberikan ‘tambahan’ pada penawaran saya. Tapi saya tetap berusaha untuk menawarkan apa yang ‘lebih’ dari cerita yang saya buat.

 

Seperti mencoba menawarkan konsep jamu sakti dan kekonyolan yang terjadi dalam kekuatan superhero. Mengangkat cerita sejarah kejadian penting yang belum pernah diangkat sebelumnya, bagaimana kita pernah mengusir Mongol. Dan yang terbaru saya mencoba mengangkat legenda-legenda Indonesia dalam sebuah satu dunia cerita. Kira-kira seperti inilah yang saya tawarkan kepada komikus yang menarik perhatian saya dan ingin diajak kolaborasi.

 

Tapi kembali lagi ke awal, ketika baru mau mulai menulis komik tentunya ya benar-benar siapkan penawaran cerita yang terbaik. Jangan karena ngebaca komik orang tentang sepakbola dan bagus terus anda juga nawarin cerita tentang sepakbola yang itu-itu aja. Kalau yang anda baca itu ceritanya tentang sepakbola nasional yang dengan mudah dilihat di TV. Coba anda tawarkan cerita sepakbola dengan tema Tarkam, tapi tentunya anda harus tahu detail tentang tarkamnya. Sesuatu yang nggak diketahui oleh sang komikus sepakbola tersebut. Seperti misalnya setelah anda riset tarkam aslinya ternyata di tiap gawang pasti ada sesajennya, tiap kepala desa pasti udah nyewa dukun biar menang, atau pemainnya ada cabutan dari Eropa gitu biar semakin seru dan mungkin nggak kepikiran oleh komikus yang anda sukai gambarnya.

 

Ya itu contoh saja, silahkan diaplikasikan ke hal lain. Nah, bagi anda yang mencoba menjadi penulis komik juga sebaiknya sebelum tiba-tiba posting / komen seperti :

 

“Ada yang mau bikin komik sama gw? udah punya banyak ide tapi ga bisa gambar :v”
“eh, bikin komik yuk. lo yang gambar gua yang bikin cerita.”

 

Sebaiknya sudah menyiapkan ‘Tawaran’ anda yang menarik dan tidak biasa supaya orang tertarik untuk membuat ide / cerita anda jadi sebuah komik. Supaya kesannya anda tidak seperti orang iseng yang asal-asalan komen dan pada akhirnya membuat profesi penulis komik jadi terlihat gimana gitu…

Pokoknya jangan lupa Tawarannya yang oke, yah.

Terbuka untuk diskusi dan kepikiran untuk membuat part lanjutan ‘Penulis Komik’ 🙂
MERDEKA!!

One thought on “Penulis Komik : Part 1 – Apa yang Kamu Tawarkan?

Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: